City Panopticon

Kajian Panoptisisme dalam Konteks Perencaaan Kota

Space, Place and Us!

Salah satu tema yang dibawa oleh Michel Foucault dalam rangkaian gagasan adalah mengenai geografi yang demikian terkait dengan keruangan. Foucault sering menggunakan istilah-istilah, seperti: ruang, wilayah, simetrisme, dll. Tulisan ini bukan bermaksud untuk membeberkan gagasan Foucault, melainkan kaitannya mengenai ruang kota yang secara menarik digagasnya, yaitu mengenai panopticism (panoptisisme).

Panoptisisme

Foucault menyebut panopticism sebagai suatu model penerapan teknologi disiplin,baik metode-metode maupun sarana-sarananya, yang keras dan ketat menurut model arsitektural panoptikon yang dirancang oleh J. Bentham. Panoptisisme dijelaskan ke dalam konteks keruangan terkait dengan karya Foucault waktu itu, yaitu Dicipline and Punishment. Dalam karya tersebut, Foucault menelusuri kemunculan panoptisisme, yaitu melalui dua model yang berkembang pada masa lampau: kota yang terjangkit pes dan pengasingan orang kusta. Kedua model tersebut memperlihatkan bentuk-bentuk pendisiplinan dalam skala perkotaan yang ditujukan untuk kepentingan-kepentingan tertentu dalam masyarakat.

Panoptisisme dapat menjadi sesuatu yang disadari maupun tidak oleh warga kotanya. Kehadiran panoptisime pun membentang dalam rentang waktu…

View original post 1,086 more words

Semacam Review: Inside Job

Apakah yang kau harapkan dari menonton film dokumenter? Kalau kau menjawab sebuah pencerahan, mungkin bisa dikatakan seperti itulah. Selama film dokumenter yang kau tonton adalah dokumenter edukatif. Bukan dokumenter yang dibuat sendiri dalam format 3GP.

Seperti film dokumenter yang akan dibahas dalam kesempatan ini, yang merupakan film keluaran tahun 2010 yang menceritakan tentang krisis finansial di Amerika tahun 2008, asal muasalnya dan indikasi konspirasi di belakangnya. Kalau masih ragu untuk menontonnya, sebagai info film ini berhasil memenangkan Academy Award untuk kategori Best Documentary Feature tahun 2010. Ratingnya di imdb saja 8,2. Wow..!!

Jadi hasil dari menonton film “Inside Job” yang berdurasi 1 jam 48 menit 38 detik ini adalah sebagai berikut:

Krisis keuangan Amerika Serikat tahun 2008 telah menggoyahkan stabilitas ekonomi dunia. Salah satu negara yang terkena dampak krisis finansial Amerika cukup parah adalah Islandia. Sebelumnya, Islandia berada di tingkat ke-4 negara termakmur dengan GNP per kapita sekitar USD 60,000. Setelah krisis, bank sentral Islandia tidak mampu menjamin simpanan masyarakat disebabkan utang luar negeri perbankan swasta yang besarnya 11 kali lipat dari PDB negara itu. Ini merupakan salah satu contoh betapa krisis telah merusakkan sendi-sendi perekonomian sebuah negara.

Pada awalnya, krisis global ini dipicu oleh krisis pada sektor kredit perumahan di Amerika. Untuk diketahui, salah satu ideologi ekonomi Amerika adalah kepemilikan rumah. Memiliki rumah adalah salah satu mimpi warga Amerika (American Dream) dan pada umumnya orang Amerika membeli rumah dengan fasilitas kredit atau disebut KPR. Idealnya, pemberian KPR hanya diberikan pada debitur yang memiliki kemampuan finansial yang baik, sehingga diperkirakan akan mampu membayar cicilan tepat waktu. Kelompok ini disebut nasabah prima. Namun karena keserakahan, bank-bank pemberi pinjaman mencari jalan untuk bisa mendapatkan debitur sebanyak-banyaknya. Maka mulailah perbankan menawarkan KPR tanpa uang muka, dan mereka mulai menggarap segmen nasabah yang beresiko, khususnya nasabah berpendapatan rendah yang baru pertama kali membeli rumah. Kelompok inilah yang disebut nasabah subprima dan hal ini dilakukan melalui mekanisme KPR Subprima (subprime mortgage). Kredit subprima adalah suatu istilah yang digunakan pada praktik pemberian kredit kepada debitur yang tidak memenuhi persyaratan kredit untuk diberikan pinjaman berdasarkan suku bunga pasar oleh karena debitur tersebut memiliki catatan kredit yang kurang baik atau memiliki kemampuan finansial yang kurang memadai. Pemberian subprime mortagage inilah yang kemudian menyebabkan akumulasi kredit macet secara masif dan akhirnya menyebabkan tumbangnya perekonomian Amerika melalui kebangkrutan sejumlah lembaga-lembaga keuangan, seperti Lehman Brothers, JP Morgan, Citigroups, Merryll Linch dan AIG.

Salah satu dampak resesi ini adalah meningkatnya jumlah pengangguran yang cukup tajam.Namun disisi lain, ternyata resesi ini justru menguntungkan sejumlah pihak di industri keuangan itu sendiri. Dana talangan (bailout) yang dikucurkan oleh pemerintah Amerika yang dimaksudkan untuk membantu perbaikan struktur keuangan lembaga-lembaga tersebut justru dimanfaatkan untuk memperkaya diri sendiri.

Inilah cerminan dari boroknya sistem keuangan di Amerika yang disebabkan oleh keserakahan manusia. Mereka bersedia mengorbankan kepentingan masyarakat demi kepentingan diri sendiri. Sehingga tidak salah ungkapan Mahatma Gandhi, seorang pejuang kemerdekaan India, menyebutkan “Earth provides enough to satisfy every man’s need, but not every man’s greed”.

Seperti itulah kira-kira kesimpulan yang bisa saya tarik dari menonton film yang lumayan ‘berat’ ini. Ini merupakan hasil kontemplasi berhari-hari yang diakhiri dengan interpretasi serampangan. Jadi boleh setuju, dan lebih baik lagi bila tidak setuju, supaya lebih penasaran. 🙂