Menjernihkan Kasus Penggusuran

Stren Kali Jagir, Surabaya

Gagasan Hukum

Oleh M Faishal Aminuddin

Saat penggusuran di setren kali beberapa waktu lalu, salah seorang teman mengirimkan pesan pendek. ”Rumah kami digusur, kami sekarang tidur di tepi jalan dan tidak tahu mau ke mana. Minta doanya.”

Pesan itu membuat saya trenyuh. Betapa tidak, mungkin saya adalah salah seorang di antara jutaan orang yang ada di Surabaya yang tidak bisa menghentikan buldoser pemkot pada dini hari itu yang menyapu seluruh permukiman di bantaran Kali Jagir sepanjang 2,5 kilometer tersebut. Bagi korban, pemerintah adalah musuh yang nyata dan menghancurkan harapan mereka serta mencerabut akar kehidupan yang sudah dijalani selama berpuluh tahun.

Pemerintah kota mempunyai beragam alasan untuk melaksanakan kebijakannya. Sebagai manusia, pasti wali kota juga tidak tega. Sebagai pribadi pun, dia mungkin saja akan berbelas kasihan. Tetapi, sebagai eksekutif yang harus mempertimbangkan lebih banyak kepentingan publik, dia harus mengikuti aturan main yang ada. Setidaknya, wali kota menyadari bahwa menggusur tanpa memberikan solusi justru…

View original post 731 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s