Mitos Gunung

Sejak zaman dahulu manusia telah memitoskan gunung sebagai sebuah tempat yang sakral. Sebuah tempat yang dihuni oleh dewa-dewa. Sebuah tempat yang menyimpan kekuatan adialami. Tempat menempa pengalaman transenden demi memperoleh predikat adimanusia.

Karena itu ketika gunung bergemuruh, masyarakat awam menafsirkannya sebagai sebuah kemarahan dari entitas yang berada diluar jangkauan manusia yang dimitoskan sebagai pemilik tempat tersebut, yang merasa terusik oleh tindak tanduk manusia dalam memperlakukannya secara tidak hormat. Entah pantangan apa yang dilanggar. Namun manusia harus menanggung akibat dari kelalaiannya tersebut.

Memang dalam masyarakat tradisional, pembenaran-pembenaran secara irasional selalu dilakukan untuk menjelaskan segala sesuatu yang belum terpahami. Untuk itulah ilmu pengetahuan datang, untuk menerabas mitos-mitos tersebut. Jangan sampai ada lagi mbah Maridjan kedua yang ingin menjadi martir hanya karena ketidaktahuannya mengenai penyebab dan dampak gunung meletus.