Mitos Gunung

Sejak zaman dahulu manusia telah memitoskan gunung sebagai sebuah tempat yang sakral. Sebuah tempat yang dihuni oleh dewa-dewa. Sebuah tempat yang menyimpan kekuatan adialami. Tempat menempa pengalaman transenden demi memperoleh predikat adimanusia.

Karena itu ketika gunung bergemuruh, masyarakat awam menafsirkannya sebagai sebuah kemarahan dari entitas yang berada diluar jangkauan manusia yang dimitoskan sebagai pemilik tempat tersebut, yang merasa terusik oleh tindak tanduk manusia dalam memperlakukannya secara tidak hormat. Entah pantangan apa yang dilanggar. Namun manusia harus menanggung akibat dari kelalaiannya tersebut.

Memang dalam masyarakat tradisional, pembenaran-pembenaran secara irasional selalu dilakukan untuk menjelaskan segala sesuatu yang belum terpahami. Untuk itulah ilmu pengetahuan datang, untuk menerabas mitos-mitos tersebut. Jangan sampai ada lagi mbah Maridjan kedua yang ingin menjadi martir hanya karena ketidaktahuannya mengenai penyebab dan dampak gunung meletus.

Advertisements

3 thoughts on “Mitos Gunung

  1. Salah satu alasan sy mencintai gunung (sudah saya tuliskan berkali-kali di setiap curhatan pendakian saya), adalah gunung memang memberi perlindungan dan kedamaian. Maka sangat mudah sekali mengasosiasikannya dengan tempat kediaman para dewa. Sedikit menarik bahwa jika hampir semua elemen alam dikaitkan sbg sosok personal dewa tertentu, gunung jarang diasosiasikan dg satu sosok dewa, tapi sbg tempat kediaman para dewa. Dan pengalaman saya berdiri di beberapa puncak gunung, memang menjawab hal tsb.

    Oke, salam kenal. Haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s