Kuasa Kata di Media

Forum Inovatif Pekerja Media

Sepuluh tahun Forum Bahasa Media Massa (FBMM) mengusung sejumlah seminar kebahasaan. Di antaranya seminar kebahasaan bekerja sama dengan institusi atau lembaga pendidikan antarkampus. Selain kampus, kerja sama dengan industri penerbitan pers berlangsung dalam beberapa diskusi. Pada Selasa, 30 Oktober di Balairung Karina Hotel Kartika Chandra, Jakarta, FBMM bekerja sama dengan majalah Tempo mengadakan diskusi bahasa bertajuk “Kuasa Kata di Media dari Masa ke Masa”. Diskusi berlangsung sejak pukul 12.00 s.d. 17.40 WIB yang melibatkan pembicara: Masmimar Mangiang (Dosen Universitas Indonesia), Qaris Tajudin (Wartawan Seni dan Budaya Tempo), T.D. Asmadi (Pengajar Lembaga Pers Dr. Soetomo) dan Rita Sri Hastuti (Moderator). Berikut ini makalah lengkapnya.

Kuasa Kata di Media Massa dari Masa ke Masa oleh Masmimar Mangiang

DARI begitu banyak kata atau terminologi yang dibentuk maupun yang terbentuk untuk menyampaikan pesan (fakta maupun gagasan) lewat media massa, pengertian yang bersifat pemberian cap buruk (labeling) pada umumnya berpengaruh terhadap publik. Ia di terima, mungkin dipercaya…

View original post 6,546 more words

Advertisements

Endogenous Development

The Facilitators Club

Endogenous Development adalah membangun bertumpu pada kriteria kesejahteraan masyarakat sendiri seperti material, sosial dan spiritual.  Gagasan ini menantang proses pembanguna klasik yang cenderung bersifat fisik dan material.

Pembangunan endogen menjadikan cara pandang komunitas sebagai titik tolak membangun keselamatan rakyat.

Keunikan pendekatan pembangunan endogen dan pendekatan partisipatif adalah bagaimana memasukan unsur spiritualitas dalam tahapan proses pembangunan.

Jadi, pembangunan endogen benar-benar menitikberatkan pada “energi dari dalam”.  Yakni, hal-hal yang berkenaan dengan nilai-nilai dan pranata lokal.  Karena, setiap komunitas memiliki keunikan sendiri dalam menentukan tahapan pembangunan.

Konsep kunci pembangunan endogen adalah bagaimana komunitas lokal mengkontrol sendiri seluruh proses pembangunan terutama berkenaan dengan nilai-nilai kebudayaan setempat — sungguh sungguh memperhatikan kepercayaan setempat, cara mereka memandang dunia dan keseimbangan antara sumberdaya lokal dan eksternal.

Tujuan pembangunan endogen mendudukan komunitas lokal sebagai pemiliki seluruh proses pembangunan. Pada proses endogenisasi, mereka bisa memanfaatkan nilai-nilai leluhur, kekayaaan alam tempatan dan bagaimana energi setempat dipertukarkan.

Aset setempat yang penting…

View original post 43 more words

Jakarta Kota Fasis (Andre Vltchek)

Kajian Timur Tengah

Artikel yang sangat bagus ini sudah lama saya baca versi Inggris-nya. Waktu itu saya sempat terpikir untuk menerjemahkan, atau setidaknya menulis ulasan. Tapi akhirnya saya hanya mampu menaruh link-nya di FB saya. Akhirnya, saya menemukan terjemahannya di Kaskus.

Kota Fasis yang Sempurna: Naik Kereta Api di Jakarta

Ditulis oleh Andre Vltchek
Diterjemahkan oleh Fitri Bintang Timur
Disunting oleh Rossie Indira

Kalau anda naik kereta api di Jakarta, berhati-hatilah: pemandangan yang anda lihat di balik jendela mungkin akan membuat resah anda yang bukan wartawan perang atau dokter. Terlihat ratusan ribu orang merana tinggal di sepanjang jalur kereta. Rasanya seperti seluruh sampah di Asia Tenggara ditumpahkan di sepanjang rel kereta; mungkin sudah seperti neraka di atas bumi ini, bukan lagi ancaman yang didengung-dengungkan oleh ajaran agama.

Memandang keluar dari jendela kereta yang kotor, anda akan melihat segala macam penyakit yang diderita oleh manusia. Ada luka-luka yang terbuka, wajah terbakar, hernia ganas…

View original post 4,360 more words

Membuat persegi ajaib 3 x 3

Asimtot's Blog

 

Dari angka-angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Akan kita buat sebuah persegi ajaib yang jika dijumlahkan sisi vertical, sisi horizontal dan sisi diagonal maka hasilnya sama. Persegi tersebut di dalamnya ada 9 kotak yang harus diisi supaya memenuhi syarat tersebut. yaitu jumlahnya setiap sisi dan diagonalnya adalah sama.

Yang dilakukan pertama kali adalah menentukan berapakan jumlah yang dimaksudkan? Pada persegi ajaib, jumlah angka yang dimaksudkan untuk bilangan yang berurutan atau berpola (bedanya sama) dari 1 sampai n adalah sama dengan jumlah angka pertama ditambah dengan angka terakhir dan kemudian dibagi dengan 2.

View original post 281 more words

10 album terbaik yang mengubah industri musik indonesia

hmm..

Buzvandalis's Blog

1. Badai Pasti Berlalu
Varioust Artist
Irama Mas 1977

Pola asmara di album ini tidak mendayu-dayu dan meremehkan logika.:

Munculnya album yg konon penjualan album orisinilnya sejak dirilis pada akhir tahun 1977 hingga sekarang telah mendekati angka 10 juta keping ini merupakan gagasan dari Eros Djarot yang juga pembuat music score film badai pasti berlalu besutan sutradara Teguh Karya. Bersama Yockie S. Prajogo dan Chrisye, ia pun berinisiatif merekam album ini. Sebetulnya di dalam film Badai Pasti Berlalu sudah ada 3 lagu, yaitu “Baju Pengantin” dan “Merpati Putih” yang dibawakan oleh Broery Pesolima, juga “Badai Pasti Berlalu” yang dinyayikan Berlian Hutahuruk, dari 3 lagu ini berkembang menjadi 12 lagulalu tambahan lagu dari Eros Djarot yang ditulis bersama Debby Nasution “Angin Malam,”“Semusim,” Khayalku,” dan “Cintaku” Selebihnya adalah lagu yang ditulis Eros Djarot bersama Chrisye, yaitu merepih “Merepih Alam” dan “Serasa”, Serta lagu tambahan tanpa lirik berjudul “E&C&Y” (Eros…

View original post 2,289 more words

Manusia Indonesia Pasca Orde Baru

Mungkin salah satu keberhasilan Orde Baru adalah sanggup membuat manusia Indonesia yang luar biasa banyaknya ini menjadi seragam. Seragam cara berpikir dan seragam jalan pikiran. Tidak gampang membuat sistem yang mampu menghasilkan output sukses semacam itu, apalagi melihat model geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau. Hanya sebuah niat yang teguh dan kukuh yang menjadikan semua hal bisa itu terwujud secara holistik.

Hubungan antara negara dan warganya adalah hubungan raja dan rakyat. Tanpa ada komunikasi dua arah. Ucapan kepala negara adalah titah. Absolutisme raja yang tidak perlu dipertanyakan. Pasti benar, tidak boleh disanggah.

Hegemoni orde baru benar-benar telah sukses mencetak manusia-manusia yang memiliki karakterstik yang unik. Manusia-manusia itu disebut manusia Orde Baru. Manusia yang berkarakter menghamba dan bergerak sesuai koridor instruksi.

Sebuah pertanyaan atau sanggahan adalah anomalitas di dalam dunia uniformitas ini. Hal itu dapat dianggap  sebagai sebuah tindakan subversif. Bila sudah dicap subversif, maka kebaikan raja akan berubah menjadi murka. Siap-siap terima nasib. Karena kepala diinjak terus seperti ini selama 35 tahun, maka jadilah manusia-manusia Indonesia manusia yang seragam, yang dilarang membuka mulut, kecuali hanya mengucapkan terima kasih.

Seperti dalam teori Gramsci, di zaman Orba, alat hegemoni tidak hanya berupa media massa tapi langsung masuk ke dalam institusi pendidikan yaitu sekolah. Sekolah menjadi alat negara, alat kontrol sosial dan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang absolut yang dinilai paling tepat untuk membentuk karakter manusia. Apalagi sekolah wajib diikuti sejak dari kanak-kanak, ini menyebabkan efek kerusakan yang ditimbulkan benar-benar besar, karena terjadi secara sistematis dan dalam periode yang lama. Kurikulum yang seragam dan karakter guru yang seragam merupakan dua pondasi yang mampu mengokohkan sistem pendidikan sentralistik-absolut ala Orde baru.

Dalam sistem pendidikan sentralistik-absolut ala orde baru ini, hubungan kepala negara dan rakyat direproduksi dalam unit-unit ruang kelas yang berisi  guru dan murid. Guru bertindak sebagai sang maha tahu, dan murid bertindak sebagai sang maha pandir. Segala ucapan guru bagai sabda dan mutlak wajib diterima. daya nalar dan kritis adalah sebuah anomalitas. Tidak boleh dibiarkan tumbuh. Tidak boleh ada sanggahan. Mulut murid harus bungkam. Murid adalah gelas kosong yang hanya boleh diisi oleh satu sumber mata air, yaitu guru. Celakanya, hal ini terjadi secara terus menerus selama masa sekolah 14 tahun (TK-SMA).

****

Tapi kini zaman itu sudah lewat. Sekarang sudah zaman demokrasi. Mungkin saja Orde baru telah berkalang tanah, tetapi pada dasarnya manusia-manusianya tetap sama. Generasi tua yang masih berkarakter dan bermental manusia Orde baru masih hidup dan masih banyak. Apalagi generasi tua ini masih menduduki pemerintahan. Mungkin sudah kita pahami bahwa dalam setiap perubahan, resistensi terbesar selalu berada pada generasi tua. Mungkin karena kemampuan adaptifnya sudah berkurang sehingga lebih cenderung pragmatis dan lebih nyaman dengan status quo-nya.

Hal ini tentunya menghawatirkan. Generasi muda pasca orde baru jika masih saja berkiblat pada generasi tua maka hasilnya tentu sama saja, muncul manusia Orde Baru v.2. Oleh karena itu, karakter manusia Indonesia pasca Orde baru harus dibangun ulang. Dan jalannya adalah sama seperti ketika Orde baru sukses membentuk manusianya yaitu melalui pendidikan.

Oleh karena itu sistem pendidikan yang masih mengagungkan keseragaman baik cara berpikir, daya nalar, daya imajinasi maupun sumber pengetahuan sudah tidak relevan. Itu adalah pengkhianatan pada reformasi. Anak-anak harus diajarkan untuk kritis bertanya atau berpendapat, tidak malu mengutarakan ide maupun perasaannya kepada orang lain, baik itu teman sebaya maupun orang yang lebih tua. Generasi pasca orde baru tidak boleh lagi diajarkan (lebih tepatnya diarahkan dengan paksa) bahwa hal ini salah dan hal itu benar. Hal itu akan menumbuhkembangkan intoleransi di kemudian hari. Lihat saja contohnya, manusia-manusia bigot hasil didikan Orde baru yang suka merusak, hanya karena pemahamannya yang sempit itu mengajarkan bahwa orang lain mutlak salah dan hanya dialah yang mutlak  benar.

Manusia Indonesia pasca orde baru haruslah humanis, dimana faktor kemanusiaanlah yang menjadi titik acuan dalam berintekasi dengan orang lain. Serta manusia Indonesia pasca orde baru harus diajarkan untuk mengerti konsekuensi dan tanggungjawab, dimana setiap hal yang dilakukan harus dicerna dulu apakah potensi mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya atau sebaliknya.

Mitos Gunung

Sejak zaman dahulu manusia telah memitoskan gunung sebagai sebuah tempat yang sakral. Sebuah tempat yang dihuni oleh dewa-dewa. Sebuah tempat yang menyimpan kekuatan adialami. Tempat menempa pengalaman transenden demi memperoleh predikat adimanusia.

Karena itu ketika gunung bergemuruh, masyarakat awam menafsirkannya sebagai sebuah kemarahan dari entitas yang berada diluar jangkauan manusia yang dimitoskan sebagai pemilik tempat tersebut, yang merasa terusik oleh tindak tanduk manusia dalam memperlakukannya secara tidak hormat. Entah pantangan apa yang dilanggar. Namun manusia harus menanggung akibat dari kelalaiannya tersebut.

Memang dalam masyarakat tradisional, pembenaran-pembenaran secara irasional selalu dilakukan untuk menjelaskan segala sesuatu yang belum terpahami. Untuk itulah ilmu pengetahuan datang, untuk menerabas mitos-mitos tersebut. Jangan sampai ada lagi mbah Maridjan kedua yang ingin menjadi martir hanya karena ketidaktahuannya mengenai penyebab dan dampak gunung meletus.

Menjernihkan Kasus Penggusuran

Stren Kali Jagir, Surabaya

Gagasan Hukum

Oleh M Faishal Aminuddin

Saat penggusuran di setren kali beberapa waktu lalu, salah seorang teman mengirimkan pesan pendek. ”Rumah kami digusur, kami sekarang tidur di tepi jalan dan tidak tahu mau ke mana. Minta doanya.”

Pesan itu membuat saya trenyuh. Betapa tidak, mungkin saya adalah salah seorang di antara jutaan orang yang ada di Surabaya yang tidak bisa menghentikan buldoser pemkot pada dini hari itu yang menyapu seluruh permukiman di bantaran Kali Jagir sepanjang 2,5 kilometer tersebut. Bagi korban, pemerintah adalah musuh yang nyata dan menghancurkan harapan mereka serta mencerabut akar kehidupan yang sudah dijalani selama berpuluh tahun.

Pemerintah kota mempunyai beragam alasan untuk melaksanakan kebijakannya. Sebagai manusia, pasti wali kota juga tidak tega. Sebagai pribadi pun, dia mungkin saja akan berbelas kasihan. Tetapi, sebagai eksekutif yang harus mempertimbangkan lebih banyak kepentingan publik, dia harus mengikuti aturan main yang ada. Setidaknya, wali kota menyadari bahwa menggusur tanpa memberikan solusi justru…

View original post 731 more words

Selingan Random: Sebentuk SMS di Hari Minggu (Kisah Fiktif)

Pagi ini aku bangun siang. Entah seperti apa aku harus mengistilahkannya. Sebenarnya hari ini aku berencana bangun sore. Kamu taulah, hari ini hari Minggu. Seharusnya kamu bisa lebih mengerti keadaanku. Kita kan sama-sama mahasiswa. Tapi smsmu siang ini benar-benar menjadi alarm untuk nyenyak tidurku. Menghempaskan segala mimpi indahku tentang Nabilah JKT48 yang secara gaib muncul di depan kamar kosanku untuk mengantarkan pakaianku yang telah selesai di-laundry. Ah sudahlah.

Isi smsmu sebenarnya tidak panjang. Tidak seperti teks khutbah khatib salat Jumat. Smsmu cuma berbentuk 2 kata. “Mas, Aku hamil”. Sepintas ku kira itu sms nyasar dari mama yang selalu minta pulsa. Sejenis trik baru karena semua orang sudah tahu modus operandinya. Tapi itu benar-benar berasal darimu. Aku tahu karena di layar HPku tertera namamu, bukan hanya berbentuk nomor. Seketika kepalaku langsung dihujami palu gaib. Kamu hamil? Itu kata batinku. Kamu hamil?? Teriak batinku. KAMU HAMIL??? Itu bukan aku, itu suara TV sebelah, entah siapa yang putar FTV di saat seperti ini. Dialog FTV yang aneh.

Aku pun tertegun dan mencoba berpikir tenang. Pernahkah aku berniat menghamilimu? Rasa-rasanya tidak. Aku bukan kucing atau ayam. Setidaknya sampai saat ini, aku merasa masih berwujud manusia. Kubaca kembali perlahan-lahan smsmu. Tanganku gemetar, badanku gemetar. Kumatikan kipas angin. Ah, anginnya terlalu kencang, membuat badan gemetar. Aku mencoba kembali berpijak ke dunia dan berpikir rasional, apa sejatinya makna smsmu. Kenapa kalimat smsmu tiba-tiba menohok seperti ini, tidak seperti sms-smsmu yang biasanya, yang menanyakan sudah makan atau belum atau sudah tidur atau belum. Smsmu biasanya seperti itu, aku curiga itu semacam sms template yang sudah kau simpan di HPmu. Seharusnya kau lebih kreatif kalau bertanya. Kamu sudah mahasiswa.

Pikiranku benar-benar tak bisa diajak berpikir sehat. Ada baiknya aku langsung bertanya kepadamu. Kuambil baju, kupakai lalu kulepas lagi. “Harusnya saya mandi dulu”, itu kata hatiku.
Setelah beres, kupacu sepeda motorku menuju rumahmu. Entah kalimat apa yang harus kuucapkan padamu. Apakah harus to-the-point atau seperti apa. Ah, kamu benar-benar membuat hatiku menjadi kontroversi. Tiba-tiba saya teringat Vicky. Terima kasih Vicky, kata-katamu benar-benar bermanfaat untuk menggambarkan situasi yang terjadi saat ini.

(cerita ini sebenarnya masih berlanjut, tapi saya malas, jadi saya akhiri begini saja)

Seleksi Alam Perkotaan

Pada tanggal 18 Juli 2013, Detroit akhirnya bangkrut. Mekanisme seleksi alam benar-benar tidak pandang bulu. Tidak tanggung-tanggung, korbannya kali ini adalah sebuah kota. Kota yang dahulu pernah berada pada puncak kegemilannya berkat industri otomotif. Kini, kota Detroit telah bangkrut sebagai akibat tidak mampu beradaptasi dan berinovasi mengikuti kebutuhan dan perkembangan dunia. Kalah bersaing dengan dengan macan otomotif asia, Jepang dan Korea.
hiroshima-detroit