Pergi ke Mal: Anestesi untuk Manusia Kota

Anestesi merupakan istilah kedokteran untuk tindakan menghilangkan rasa sakit pada pasien. Di perkotaan, pasiennya adalah manusia-manusia kota. Bagaimana tidak, setiap hari mereka harus berjibaku dalam kemacetan dan sergapan polusi udara. Orang-orang tersebut mungkin secara fisik tidak sakit, tapi secara psikis pastinya mengalami tekanan kejiwaan. Kalau masih tidak percaya cobalah cek timeline twitter. Frustasi diumbar dimana-dimana.

Untuk itulah mal hadir di tengah-tengah situasi yang memuakkan terebut. Ia bagaikan sang avatar yang datang untuk membebaskan semua. Liatlah di Jakarta, kota dengan 173 mal, yang dinobatkan sebagai kota dengan jumlah mal terbanyak di dunia. Itu benar-benar menggambarkan ciri kota sakit (sesuai pernyataan Enrique Penalosa dan Syafi’i Maarif).

Liatlah, betapa dengan jumlah mal sebanyak itu hampir semuanya selalu penuh. Hal ini mencerminkan betapa jiwa-jiwa tersebut telah terserang penat akut stadium tinggi. Manusia-manusia tersebut butuh aktivitas yang dapat membius dan melepaskan sejenak hujaman penat sehari-hari.


Oleh karena itu, malam ini, esok, lusa dan seterusnya, ayo kita ke mal..

Advertisements